Rencananya PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir) akan dibangun pemerintah di daerah Pantai Utara Banten. Alasan terpilihnya daerah itu karena potensi alam yang memadai, laut yang relatif tenang, dan jauh dari potensi tsunami. Bagaimana mengenai amdal (analisa mengenai dampak lingkungan) nya? Para pakar Batan (Badan Tenaga Atom Nasional) sudah menjamin bahwa keberadaan PLTN tidak akan merusak lingkungan, karena sudah melalui kajian yang dalam dan panjang. Batan juga sudah memperhitungkan dampak keberadaan PLTN. Bahkan Gubernur Banten, Ibu Ratu Atut Chosiyah, membandingkan PLTN di Jepang. Kata beliau, Jepang memiliki 54 PLTN dan selama ini baik-baik saja. Ini merupakan bukti kalau nuklir tidak akan membuat kerusakan, simpul Ibu Atut. Apalagi nuklir tidak hanya memproduksi listrik, tapi bisa juga dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi pertanian dan peternakan, papar beliau lagi (Kompas, Selasa, 5 Agustus 2008).
Manfaat PLTN memang begitu banyak, tapi kalau ditinjau dari kedisiplinan orang Indonesia, apakah kita sudah siap untuk mengopersikan PLTN itu? Mengoperasikan PLTN butuh kedisiplinan tinggi dan hati-hati, karena teknologi PLTN itu kalau tidak diperlakukan hati-hati akan menjadi sumber bencana. Kalau dibandingkan dengan orang Jepang, jelas kedisiplinan kita sangat kalah jauh. Orang Jepang, tingkat kedisiplinannya sudah sangat diakui sehingga pengelolaan PLTN di negeri Matahari Terbit itu tak terlalu bermasalah. Akan halnya dengan orang Indonesia, kualitas kedisiplinannya masih tanda tanya besar. Bahkan untuk hal-hal kecil saja orang Indonesia tak punya kedisiplinan. Buang sampah sembarangan, pelanggaran lalu lintas, korupsi yang merajalela, pungutan liar, merupakan beberapa sikap dan perilaku yang sering kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan pelanggaran peraturan lalu lintas oleh pengguna jalan raya bisa dikompromikan dengan uang 20.000, 50.000 sampai 100.000, tergantung berat atau tidaknya jenis pelanggaran itu. Ironis memang.
Saya jadi ragu atau skeptis dengan pembangunan PLTN itu, karena bukannya mendatangkan manfaat nantinya malah akan mendatangkan musibah besar bagi negeri ini. Kita perlu belajar dari tragedi Chernobyl di Rusia dan tragedi Bhopal di India, dampak kecelakaan nuklir di kedua negeri itu masih berlanjut hingga sekarang, karena efek radiasi yang ditimbulkan oleh teknologi nuklir itu tak bisa hilang dalam sekejap, ia akan menimbulkan efek berantai yang terus berlarut, terutama bagi lingkungan dan umat manusia. Kenapa kita tak mencari alternatif lain yang lebih aman, misalnya memanfatkan tenaga surya, air, mungkin juga gelombang laut. Pemanfaatan gelombang laut mungkin masih perlu pembuktian dan pengkajian yang lebih dalam, namun paling tidak kita masih punya alternatif lain selain PLTN.